Postingan

Abang

Gambar
Di antara sekian banyak hal yang saya syukuri di dunia ini, saya merasa beruntung sekali mempunyai seorang kakak laki-laki. Karena kodratnya laki-laki melindungi, saya bersyukur mempunyai kakak laki-laki  yang bisa saya andalkan dan menjaga saya kapan pun, di mana pun, selain Ayah saya tentunya, dan sebelum lelaki lain yang akan mendampingi saya kelak. Sudah hampir dua tahun sejak terakhir kali saya bertemu abang saya. Rekor paling lama kami tidak bertemu. Bahkan saya tak ingat kapan persisnya terakhir kali kami bertemu. Dan kalau saya pikir-pikir sekarang, sesungguhnya memang tak banyak  waktu yang saya habiskan dengannya. Pun hanya ada segelintir kisah masa kecil yang say a ingat. Hanya pada masa itulah kenangan-kenangan antara kami terbentuk. Kata Emak, dulu Abang memang menginginkan adik perempuan. Dan kalau adik itu lahir, ia ingin menamainya Hadissa. Lalu, hadirlah saya ke dunia, dan diberi nama Hadissa. Meski tak banyak, tapi dari foto-foto yang ada, saya bis...

Sepi

Gambar
Kembali, saat sudah berhadapan dengan layar putih kosong, gadis itu kehabisan kata-kata. Padahal bukan perkara mudah mengumpulkan segala niat yang sudah terakumulasi sejak sangat lama untuk menyelesaikan tulisan-tulisannya yang sudah berjerabu. Piirannya kusut. Tak ada kata yang mengalir dengan baik sedari tadi.  Yang tertuang beda dengan yang terpikirkan. Bolak-balik ia menekan tombol backspace . Ia buka draf yang ini, tutup. Buka lagi draf yang lain, tutup. Gadis itu benar-benar perlu menenangkan pikirannya. Sepi. Ia merasa sangat sepi. Hanya suara Troye Sivan yang beberapa hari belakangan menemaninya, menceritakan banyak hal lewat lagunya. Sementara Troye tentu tak mampu mendengar cerita gadis itu. Hingga akhirnya, gadis itu tetap berteman sepi. Ia punya banyak teman. Ia bertemu banyak orang setiap harinya.  Bahkan, jika ia tak punya siapa pun untuk ditemui, ia sengaja pergi ke tempat-tempat ramai, meskipun berakhir dengan duduk sendiri bersama buku dan lagu...

sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya

Gambar
Sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya Pada seseorang di sana Yang bahkan tak pernah tau bahwa aku ada Ia yang terasa nyata dalam maya Bahkan dalam mimpi pun ia menyapa Kehadirannya benar-benar menaburkan banyak warna Sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya Pada seseorang di sana Yang bahkan tak pernah sadar aku memperhatikan segala tentangnya Nyanyiannya adalah hal yang paling membuatku merona Aku bahkan mendengar suaranya di mana pun aku berada Akankah ada masa ia bernyanyi untukku saja? Sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya Pada seseorang di sana Yang bahkan aku tak tau alasannya Bukankah cinta tak mengenal kapan dan dimana? Sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya Pada seseorang di sana Yang sudah lama aku kenali dirinya Namun entah mengapa kali ini terasa beda Bukankah cinta tak mengenal siapa? Entahlah jika cinta ini akan bertahan lama atau fana Siapa yang tau jawabnya? Yang jelas, aku sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya Pada seseorang...

Hal Hal Baik Menjadi Pengangguran

Gambar
Sudah memasuki September. Harapan saya mendapat pekerjaan sebelum usia 23 musnah sudah. Sedih? Tentu saja. Tiap hari saya memupuk harap namun hingga saat ini harapan itu belum berbuah juga. Menjadi pengangguran hampir satu tahun bukanlah hal yang membahagiakan. Tidak punya rutinitas, bosan dengan keseharian yang itu-itu saja, menunggu tanpa kepastian, dan yang paling terasa adalah masalah finansial.    Meskipun masih ada orang tua, namun masih meminta uang belanja sementara status bukan mahasiswa lagi, dan sudah memasuki usia kerja yang harusnya sudah punya penghasilan sendiri, rasanya agak segan, juga malu. Jadinya, saya harus berpikir panjang dan melakukan perhitungan dulu jika ingin meminta uang.  Tapi saya percaya selalu ada hal baik dalam setiap keadaan. Tiap kali saya merasa down , saya selalu memikirkan hal-hal baik yang saat ini saya miliki.  Saya punya lebih banyak waktu bersama keluarga. Lima tahun kuliah di Medan hanya pulang dua kali se...

halaman kosong dengan kursor yang berkedip-kedip

Gadis itu menatap halaman kosong dengan kursor yang berkedip-kedip di hadapannya. Ia harus menulis. Ia harus kembali membangkitkan kata-kata yang sudah lama mati dalam otaknya, juga jari-jari yang sudah lama tidak menari di atas keyboard . Ia harus menulis sesuatu. Bagaimana mungkin ia mewujudkan mimpinya menjadi penulis jika ia tak menulis apapun? Namun malangnya, sudah hampir satu jam ia terpaku menatap layar tersebut, tapi ia sama sekali buta tentang apa yang harus ia tulis. Objek tulisan satu-satunya yang biasa membuat ia mampu merangkai kata-kata manis dan mengiris sudah tak ada lagi. Ia bingung. Sebenarnya, ada banyak hal lain yang ingin ia tuliskan. Setiap malam, ketika lampu sudah dimatikan, selimut sudah dirapatkan ke badan, dan ia bersiap untuk bermimpi, banjiran kata-kata meluncur begitu saja di otaknya. Terlalu banyak kata. Terlalu penuh cerita. Namun ia terlalu malas untuk bangkit dan menyadur semuanya dalam bentuk tulisan. Ia membawa kata-kata itu ikut tidu...

Catatan 8 Bulan Mencari Kehidupan

Gambar
Hari ini 8 Agustus 2015. Tepat 8 bulan sejak saya ditasbihkan sebagai sarjana, 8 Desember 2014. Delapan bulan. Rasanya waktu benar-benar begitu cepat berlalu, sementara saya hingga detik ini masih belum sampai pada tujuan utama tahun ini: punya pekerjaan. Dulu, tiap bertemu orang yang belum dapat pekerjaan dalam waktu yang lama, sering tebersit dalam hati ‘ kasian ya, masih nganggur,” atau ‘ kenapa ya dia belum dapat kerja’ . Tapi, setelah mengalaminya sendiri, ternyata tidak seberat yang dibayangkan orang-orang. Mungkin begitu juga yang mereka rasakan. Orang-orang mungkin risih dan berempati, tapi sesungguhnya, saya biasa-biasa saja. Bukannya tidak ada tekanan. Tiap kali melihat teman-teman sepermainan yang sudah sukses, tentu ada rasa iri, keinginan untuk segera dapat pekerjaan, dan punya kehidupan sendiri. Bahkan ada masa-masa ketika saya merasa benar-benar down dan putus asa, mengapa mereka tak butuh waktu lama untuk dapat kerja sementara saya masih begini-begini saja...