Postingan

Renungan Libur Lebaran

Gambar
Semenjak menjadi pegawai kantoran di ibukota, libur lebaran adalah satu-satunya jalan bagiku untuk pulang ke kampung halaman. Dan libur lebaran tahun 2018 ini adalah libur yang (harusnya) paling menggembirakan karena cuti bersama yang membuat libur lebih lama yaitu sampai 12 hari, yang kemudian aku tambah sendiri menjadi 14 hari. Namun tak seperti libur lebaran tahun-tahun sebelumnya, libur lebaran tahun ini justru menjadi yang paling sepi dan banyak kuhabiskan sendiri dan hanya bersama keluarga inti. Biasanya, pada lebaran hari pertama dan kedua, aku mengunjungi saudara yang tinggal di kota berbeda. Kemudian libur lebaran hari ketiga dst, diisi dengan beragam reunian mulai dari: reuni teman SD, teman segeng SMP, teman sekelas SMA, teman segeng SMA, teman main zaman kuliah dll. Belum lagi silaturahmi ke rumah guru A atau guru B.   Kadang saking banyaknya reunian, tidak semua teman-teman apalagi guru yang bisa ditemui. Namun tahun ini berbeda. Aku tak lagi mengunjungi sa...

sebuah akhir

Gambar
Seketika, setelah menjalani rutinitas demi rutinitas dengan baik-baik saja, setelah berusaha menikmati masa kini dan apa yang ku miliki saat ini dengan bahagia, aku terjebak pada kenangan masa silam yang sudah lama ku tinggalkan jauh di belakang. Seketika, segala cerita lama seperti tumpah ruah ingin dikenang dan diingat-ingat kembali. Seketika, aku mundur perlahan, terbawa arus kenangan, dan kembali mengingat-ingat.  Terlempar jauh, jauh sekali pada 10 tahun yang sudah tergerus waktu dan kehidupan yang sedang berjalan. Tentang pertemuan pertama, percakapan-percakapan setelahnya, pertemuan-pertemuan yang mengikutinya, janji-janji yang mengikatnya, pertengkaran-pertengkaran kecil di antaranya, serta harapan-harapan yang tak ada putusnya. Harapan-harapan adalah yang paling aku garisbawahi. Harapan adalah nyawa yang membuat semuanya bertahan sejauh ini. Betapa aku senang memupuk dan menjaganya selama bertahun-tahun. Meski kadang jelas aku memaksa, namun aku ber...

2017 Dalam Sebuah Tulisan

Gambar
Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja aku membuka draf tulisanku “ 2016 Dalam Sebuah Tulisan ” yang kemudian menyadarkanku beberapa hal. Pertama, 2018 tanpa terasa sudah memasuki bulan keempatnya dan aku belum posting apa apa. Kedua, betapa sudah lama sekali aku tidak menulis. Seperti biasa, aku selalu memiliki banyak sekali alasan yang ku jadikan tameng mengapa-aku-tidak-pernah-menulis-lagi .   Salah satu dari sekian banyak alasan yaitu, aku merasa tidak ada sesuatu menarik yang terjadi sepanjang 2017. Jika 2016 adalah tahun yang dipenuhi banyak kejutan dan hal-hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, maka 2017 adalah tahun yang biasa-biasa saja. Aku masih bekerja di tempat yang sama, bergabung di komunitas yang sama, dan belum membuat progress apapun untuk rencana jangka panjangku.  Rutinitasku sepanjang 2017 hampir sama setiap harinya. Bekerja hingga malam hari (tak jarang aku bekerja hingga akhir pekan), menjadi PIC Kelas di Britzone pada hari Rabu, men...