Postingan

Menampilkan postingan dengan label Senandung

Gamang

Aku baru tau, kadang-kadang hidup bisa mempermainkan kita sedemikian rupa. Bahkan, kau bisa tertawa-tawa karenanya. Bukan tawa bahagia, namun tawa miris. Bagaimana kau sama sekali tak punya kata kunci tentang apa yang terjadi di hadapanmu, bahkan sedetik di hadapanmu. Bahwa kadang manusia terlalu banyak percaya, terlalu pasrah lalu tak punya daya, terlalu berupaya hingga kehabisan tenaga, dan terlalu cepat menyerah hingga berhenti berusaha. Ada yang telah siap kulepaskan. Kurapikan segala kenangan, ku simpan rapi dan kukunci rapat-rapat, kukubur dalam –dalam hingga ku harapkan ia tak lagi mengganggu masa depan. Aku bahkan sudah berdiri di depan pintu, siap melambaikan tangan padanya yang tak akan pernah lagi pulang, padaku. Aku telah merelakan tanpa penyesalan. Dan tanpa harapan. Lalu, saat aku telah menutup pintu dan siap memulai kehidupan baru, datang kabar bahwa yang kulepaskan ternyata pergi tanpa tujuan. Sementara aku sengaja melepaskan karena aku tau ada yang akan ...

2016 Dalam Sebuah Tulisan

Gambar
source: google Dalam sebuah percakapan santai sore hari bersama seorang teman jelang akhir tahun, terlontar sebuah pernyataan “Rasanya tahun ini cepat banget ya berlalu”. Pernyataan ini hampir selalu terdengar tiap akhir tahun tiba. Awalnya, aku kerap merasa hal serupa. Betapa waktu begitu cepat berlalu tanpa kita sempat mencerna apa saja yang sudah kita lakukan tahun itu. Terkadang, kita merasa tidak berbuat apa-apa. Tapi tahun kemarin, aku baru menyadari bahwa sebenarnya tak ada waktu yang berjalan lebih cepat atau lebih lambat. Satu tahun tetaplah 365 hari, dengan 24 jam setiap harinya. Menurutku, ketika merasa hari berlalu begitu cepat, sebenarnya kita sudah memanfaatkan setiap harinya dengan baik. Hingga tanpa sadar hari-hari berlalu begitu saja lalu kita bertemu lagi dengan akhir tahun. 2016 bagiku termasuk tahun yang aku habiskan dengan produktif. Berbeda dengan tahun lalu saat aku masih meraba tentang masa depan yang kelabu, tahun ini banyak aku habiskan de...

Abang

Gambar
Di antara sekian banyak hal yang saya syukuri di dunia ini, saya merasa beruntung sekali mempunyai seorang kakak laki-laki. Karena kodratnya laki-laki melindungi, saya bersyukur mempunyai kakak laki-laki  yang bisa saya andalkan dan menjaga saya kapan pun, di mana pun, selain Ayah saya tentunya, dan sebelum lelaki lain yang akan mendampingi saya kelak. Sudah hampir dua tahun sejak terakhir kali saya bertemu abang saya. Rekor paling lama kami tidak bertemu. Bahkan saya tak ingat kapan persisnya terakhir kali kami bertemu. Dan kalau saya pikir-pikir sekarang, sesungguhnya memang tak banyak  waktu yang saya habiskan dengannya. Pun hanya ada segelintir kisah masa kecil yang say a ingat. Hanya pada masa itulah kenangan-kenangan antara kami terbentuk. Kata Emak, dulu Abang memang menginginkan adik perempuan. Dan kalau adik itu lahir, ia ingin menamainya Hadissa. Lalu, hadirlah saya ke dunia, dan diberi nama Hadissa. Meski tak banyak, tapi dari foto-foto yang ada, saya bis...

Sepi

Gambar
Kembali, saat sudah berhadapan dengan layar putih kosong, gadis itu kehabisan kata-kata. Padahal bukan perkara mudah mengumpulkan segala niat yang sudah terakumulasi sejak sangat lama untuk menyelesaikan tulisan-tulisannya yang sudah berjerabu. Piirannya kusut. Tak ada kata yang mengalir dengan baik sedari tadi.  Yang tertuang beda dengan yang terpikirkan. Bolak-balik ia menekan tombol backspace . Ia buka draf yang ini, tutup. Buka lagi draf yang lain, tutup. Gadis itu benar-benar perlu menenangkan pikirannya. Sepi. Ia merasa sangat sepi. Hanya suara Troye Sivan yang beberapa hari belakangan menemaninya, menceritakan banyak hal lewat lagunya. Sementara Troye tentu tak mampu mendengar cerita gadis itu. Hingga akhirnya, gadis itu tetap berteman sepi. Ia punya banyak teman. Ia bertemu banyak orang setiap harinya.  Bahkan, jika ia tak punya siapa pun untuk ditemui, ia sengaja pergi ke tempat-tempat ramai, meskipun berakhir dengan duduk sendiri bersama buku dan lagu...